Menyambut bulan suci ramadhan, tentunya kita membutuhkan persiapan yang matang agar gelar taqwa dapat kita raih. Berikut kata-kata nasehat dari seorang ulama kenamaan dari Quwait yang dapat membantu kita dalam membuat perencanaan-perencanaan berkaitan dengan ibadah di bulan Ramadhan.

Strategi agar Ramadhan menjadi Luar Biasa.

Dr. Thariq Suwaidan

(Ulama Kuwait dan pakar pengembangan diri serta pakar pembinaan leadership berdasarkan metode Rasulullah)

1. Buatlah perencanaan agar engkau semakin baik dari sebelum datangnya bulan Ramadhan (bukan lebih baik dari saat Ramadhan berlangsung)

2. Buatlah lima hal saja untuk engkau perbaiki dari dirimu. Jangan pernah mengira bahwa engkau bisa merubah seluruh dirimu sekaligus dalam satu waktu.

3. Tuliskan rencana Ramadhanmu sebelum ia datang.  Evaluasilah berkali-kali agar engkau bisa memperbaiki yang kurang. Perbaharui niatmu dan murnikanlah semata-mata hanya untuk Allah.

4. Salah satu penyebab terbesar gagalnya sebuah misi adalah tidak adanya perencanaan, maka khususkanlah sekitar dua jam dari waktumu sebelum datangnya Ramadhan untuk menuliskan perencanaanmu. Pastikan bahwa setiap rancangan itu bisa diukur.

5. Barang siapa yang bertekad melakukan sebuah kebaikan kemudian melaksanakannya maka baginya pahala sepuluh kali lipat. Barang siapa yang bertekad melaksanakan sebuah kebaikan kemudian tidak terlaksana maka dia sudah mendapat satu pahala kebaikan.

6. Sudah terbukti bahwa perencanaan yang dituliskan lebih mampu diwujudkan dibanding rencana yang tidak tertulis.

7. Rencana yang terukur juga lebih banyak yang terwujud dibanding rencana yang sifatnya umum. Maka jangan menuliskan rencana seperti ini, “saya akan membaca Alquran sebanyak-banyaknya.” Tapi tuliskanlah saya akan mengkhatamkan Al Quran sebanyak tiga kali.

8. Buat jadwal harian untuk menetapkan jadwal bangun tidurmu dan konsistenlah dengan jadwal itu. Tidak perlu membuat jadwal tidur, dan janganlah mendatangi kasur kecuali engkau benar-benar sudah mengantuk.

9. Tentukan waktu tertentu setiap hari untuk menyendiri membaca Al Quran tanpa ada yang mengganggu dan memutuskan bacaanmu.

10. Konsistenlah untuk shalat tarawih di satu masjid tertentu dan alangkah lebih baiknya lagi jika masjid itu membaca Al Quran satu juz satu malam dalam rakaat tarawih sehingga Alquran khatam dalam sebulan pada shalat tarawih.

11. Tentukan jumlah tertentu dari Alquran untuk engkau hafal dan untuk engkau baca. Sebaiknya engkau menggunakan dua mushaf, satu untuk membaca dan satu lagi untuk menghafal dan sebaiknya mushaf ini memiliki kesamaan model tulisan.

12. Tetapkan tiga model interaksimu dengan Al Quran.

  1. Jumlah tertentu untuk dihafal
  2. Jumlah yang banyak untuk dibaca
  3. Tentukan beberapa juz atau surat yang engkau baca berulang-ulang agar engkau fahami tafsirnya.

13. Sebagian orang menganggap bahwa yang penting adalah memperbanyak membaca Al Quran, sebagian lagi mengatakan bahwa yang menjadi penilaian adalah apa yang difahami dari AlQuran, maka menurut saya yang baik adalah menggabungkan keduanya dengan cara menyediakan seperempat menit untuk membaca tafsir Al Quran.

14. Yang paling banyak membuang-buang waktu pada bulan Ramadhan adalah tidur dan menonton televisi (sosial media; tambahan dari penerjemah).

Maka tentukanlah waktu tertentu yang tidak akan kamu langgar sama sekali dalam berinteraksi dengan ketiga pencuri waktu itu.

Ramadhan akan berlalu dengan cepat dan mereka yang terhalangi dari nikmat Ramadhan adalah mereka yang menyia-nyiakannya.

15. Jika seandainya engkau akan kedatangan tamu seorang raja yang sangat baik hati dan dermawan maka pasti kamu akan mempersiapkan segala hal dan permintaan yang akan kamu ajukan saat dia datang.

Seungguhnya Allah lebih tinggi dan mulia untuk dibuat perumpamaannya. Rencanakan doa yang banyak dengan menentukan permintaan yang akan engkau ajukan  kepada  Allah.

Sungguh Allah senang kepada hambanya yang banyak meminta dan mengulang-ulang permintaannya.

16. Umar bin Khattab Al Faruq pernah berkata, “saya tidak pernah memikirkan doaku dikabulkan atau tidak yang saya pikirkan adalah bagaimana saya berdoa sebanyak-banyaknya.”

Maka rencanakanlah doa-doamu dan bagilah menjadi beberapa bagian.

  • untuk dirimu
  • keluargamu
  • orang-orang yang engkau cintai
  • untuk umat Islam dan kaum muslimin seluruhnya

Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita.
Penerjemah: Ahsanur Ahmad

Jakarta-Balikpapan
16 Mei 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *