Keren, ya, pakai cat rambut. Kesannya jadi muda terus. Biarpun sebenarnya sebagian rambut sudah tumbuh uban pertanda sudah tak muda lagi.

Ironisnya, di balik kemilau cat rambut, ada beberapa zat atau kandungan yang cukup riskan jika digunakan dalam waktu lama. Beberapa bahkan bisa bikin seseorang jadi keracunan, alergi, dan muncul bibit kanker.

Kandungan yang Ada pada Cat Rambut

Sudah tahu apa saja kandungan zat warna cat rambut? Yuk kenal lebih dekat.

Fenol

Familiar dengan lumpur Lapindo yang pernah menggenangi permukaan kawasan Sidoarjo? Salah satu zat yang agak riskan dan ada di dalam cat rambut adalah fenol. Selain cat rambut, fenol biasa difungsikan untuk pembasmian rumput liar.

Berdasarkan laman yang diunggah oleh Eoearth, sifat dari fenol ini sangat mudah menembus kulit. Begitu masuk, ia akan menyasar bagian-bagian penting dalam tubuh seperti paru-paru.

Kalau pakainya cuma sedikit, tapi dalam waktu lama, bagaimana? Tetap sebaiknya hindari sebisa mungkin. Sebab, biarpun sedikit, kalau lama pakainya, bisa berefek pada kekebalan tubuh hingga terserang penyakit jantung.

Amonia

Dalam tabel rumus kimiawi, amonia memiliki nama lain NH3. Ia merupakan gas yang tak berwarna, bening, namun baunya cukup menyengat.

Efek yang ditimbulkan cukup meresahkan karena bisa menyinggung reaksi alami dari saluran pernapasan, saluran pencernaan, mata, kulit, serta rongga mulut.

Merujuk pada laporan/jurnal dari Metabolic Brain Disease, apabila kadar amonia yang ada di tubuh sudah di atas rata-rata, rupanya bisa mengganggu proses metabolismenya. Terutama ketika menghinggapi jaringan otak. Bisa-bisa mikirnya jadi lemot deh.

PPD atau Para-phenylenediamine

Di antara sekian banyak produk cat rambut yang beredar, rupanya ada 70% lebih yang melibatkan zat PPD ini. Bagaimana dengan efek sampingnya?

Cukup riskan. Sebab, PPD bisa menimbulkan alergi ringan hingga parah. Gejala yang timbul akibat terkontaminasi PPD antara lain wajah jadi bengkak plus ada rasa nyeri di sekitar garis rambut.

Kalau pakainya jarang sih tak apa-apa. Tapi, sebelum beli, pastikan produk cat rambut yang dipilih sudah terdaftar di BPOM. Kemudian uji alergi lebih dahulu. Apakah kulit Anda bereaksi negatif atau tidak setelah mengenakannya dalam beberapa hari.

Kalau pemakaiannya dalam tahap wajar atau hanya sesekali, tak apa. Masalah hanya bisa terjadi jika menggunakan pewarna rambut terus-menerus. Misalnya pas mau kondangan, ketemu teman, atau nge-date. Memangnya kalau tumbuh uban di kepala, sama dengan terlihat tua? Tidak harus begitu, kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *