Belajar dari Pilihan Hidup para Pejuang

Belakangan ini saya beberapa kali selintas membaca ragam tulisan bertema pahlawan. Sebuah suguhan yang menarik dari ekspresi patriotisme publik Indonesia yang masih mencari siapakah pahlawan Indonesia mendatang. Wajar, karena memang bisa jadi, sosok pahlawan itu semakin sulit untuk ditemukan, terutama mereka yang berkiprah dan menebar manfaat pada tingkat nasional.

Salah satu jenis buku yang saya gemari adalah buku biografi orang-orang hebat. Apa yang saya cari dari biografi itu? Saya hanya mencoba memahami pola hidup mereka, pilihan langkah, dan jalan hidup yang dipilih. Ada yang sejak muda selalu melawan penjajahan, ada yang menjadi akademisi lalu beralih menjadi negarawan, ada yang menjadi pekerja untuk waktu cukup lama dan kemudian menjadi dermawan besar. Kadang, ada pertanyaan yang ingin saya tanyakan langsung kepada mereka.

Kenapa Soekarno tidak takut di DO dari THB? kenapa Sjahrir memilih meninggalkan kuliahnya di Belanda? Kenapa Hamengkubuwono legowo untuk bergabung ke Indonesia? Kenapa Hatta begitu berani melawan pengadilan Belanda? atau bagaimana ceritanya seorang Semaun muda begitu dipercaya oleh Stalin? Meski orang-orang hebat itu memiliki cerita dan jalan hidup yang berbeda, saya menarik kesimpulan ada kesamaan diantara mereka, yaitu mereka memiliki ideologi yang diperjuangkan. Mereka tak pernah menukar perjuangan dengan uang, mereka selalu memilih jalan pelik lagi sulit, mereka selalu tak pernah puas dengan keadaan, dan mereka tidak menjadikan dunia mengenggam pikiran mereka.

Refleksi bodoh saya mengatakan, pilihan hidup para pahlawan ini bukanlah pilihan yang biasa-biasa saja. Pilihan itu tumbuh atas akumulasi ideologi dan tempaan hidup yang berat. Sebagaimana sebuah berlian, ia akan semakin berkilau di kala terus ditempa suhu panas. Dan ingat, emas boleh banyak di dunia ini, tetapi berlian terbaik bisa dihitung dengan singkat. Kembali saya bertanya kepada diri ini, apakah ingin menjadi emas, berlian, atau sekedar sampah peradaban?

Tulisan asli oleh Ridwahsyah Yusuf Achmad di RZ Magazine edisi November 2017 dengan judul “Pilihan Hidup para Pahlawan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *